Sunday, November 6, 2011

Backpacking to Bali

Perjalanan saya kali ini ke Bali merupakan perjalanan yang sudah lama sekali ingin saya lakukan, karena saya melakukan perjalanan ini seorang diri dan menggunakan kereta api ekonomi. Perjalanan saya rencanakan menggunakan kereta ekonomi dari Jakarta menuju Surabaya, kemudian dari Surabaya dilanjutkan dengan kereta lagi menuju Banyuwangi, selanjutnya diteruskan dengan Ferry menyebrang Selat Bali dan bus menuju Denpasar.

Perlu diketahui, informasi mengenai kereta ekonomi sangatlah minim, saya sudah coba googling untuk mendapatkan info, nyatanya tidak cukup akurat, karena info yang di posting sudah cukup lama dan tidak ada update lagi. Saya coba cari info di situs backpacker juga sama hasilnya. 

Setelah googling kesana kemari, akhirnya saya mendapatkan nama kereta, jadwal keberangkatan, namun harga tiket tidak tercantum jelas.
Untungnya saat ini KAI mempunyai website yang mudah di akses, namun lagi-lagi untuk informasi mengenai kereta ekonomi kurang memadai. Saran saya, lebih baik telpon call center KAI : tekan 121 (dari telp PSTN/telp rumah), 021-21391121 dari handphone. Bisa tanya-tanya info seputar jadwal kereta ekonomi dan juga harga tiketnya.

Kereta ekonomi Jakarta Surabaya ada beberapa, yang saya naiki adalah Kereta Gayabaru Malam Selatan, berangkat dari Stasiun Kota pukul 12. Bisa naik dari Stasiun Kota, Senen, Jatinegara, dan Bekasi. Kereta sampai di Stasiun Jatinegara pukul 12.32. Tiketnya Rp.33.500. Saran, belilah tiket satu hari sebelumnya, atau minimal pada pagi hari sebelum keberangkatan, karena sulit sekali mendapatkan tempat duduk. Pengalaman tersebut terjadi terhadap saya, tidak dapat tempat duduk, jadi harus berdiri sampai Surabaya...jrengggg. 

Gang antar tempat duduk di dalam kereta pun sempit sekali. Situasi ini diperparah oleh barang bawaan penumpang yang tidak kira-kira (ada yg bawa kardus besar-besar), untung tidak ada yg bawa kambing :p , dan juga pedagang asongan yg hilir mudik membuat gang yang sudah sempit menjadi semakin sempit lagi. 

Untuk duduk lesehan beralaskan koran, tidak bisa lama-lama, karena tidak nyaman, untuk berdiri terlalu lama juga tidak bisa. 
Saran, banyak tanya kepada penumpang yang duduk, dimana mereka akan turun. Sebagai informasi, kereta ini akan turun ke jalur selatan, menuju Yogyakarta, kemudian akan naik lagi.Jika kalian menemukan penumpang yang turun di daerah Yogyakarta, Purwokerto, atau daerah-daerah dekat situ, jangan jauh-jauh dari tempat duduknya, nanti bisa duduk disitu. Kebetulan kemarin saya dekat dengan penumpang yang akan turun di Yogyakarta, jadi dari Jakarta sampai Yogyakarta saya duduk+berdiri, selanjutnya Yogyakarta sampai Surabaya saya duduk di kursi. 

Naik kereta ekonomi memang murah, namun jangan salah, kalian akan tergoda untuk jajan, karena ya itu pedagang asongan akan hilir mudik terus menggoda kalian :). Jajanan yang ditawarkan mulai dari kopi, mie instan, nasi bungkus, sampai masker untuk naik motor.

Perjalanan yang panjang, membuat kalian tergoda untuk jajan, percaya deh, awalnya saya pun tidak mau jajan, tapi akhirnya setelah dihitung-hitung ludes juga sekitar Rp.35.000.

Sekitar pukul 2 atau 3 pagi, kereta akan memasuki Stasiun Wonokromo, jika kalian tidur, bangun sebangun-bangunnya, atau usahakan untuk melek. Karena di daerah ini banyak jambret yang berkeliaran di dalam gerbong, dan mereka tidak segan mendekati orang yang tidur. Untuk pada saat ini saya bangun, jadi bisa mengawasi gerak-gerik mereka. 

Kereta sampai di Stasiun Surabaya Gubeng sekitar pukul 3.30 pagi, tapi sering telat. Kereta dari Surabaya ke Banyuwangi yang ekonomi adalah Sri Tanjung, tiket Rp.18.500, tapi jadwal keberangkatannya jam 14.55, terlalu lama menunggu, kecuali jika kalian mau jalan-jalan keliling Surabaya dulu. Pilihan lain adalah kereta Mutiara Timur, ada yang pagi, berangkat jam 9 pagi, ada juga yang malam, berangkat jam 10 malam. Mutiara Timur ada rangkaian gerbong bisnis dan eksekutif. Harga tiket untuk hari bisa dan akhir pekan berbeda, untuk akhir pekan, tiket bisnis Rp. 75.000, dan eksekutif Rp. 100.000. Pilihan ada di tangan kalian, mau yang mana.

Sambil menunggu keberangkatan kereta, kalian bisa duduk atau tiduran di dalam stasiun, ada banyak bangku panjang yang bisa digunakan, tapi tidak ada warung atau kafe yang buka. Atau ada alternatif lain, bisa menunggu di ruang penitipan barang (loker) di pintu stasiun timur. Kalian juga bisa menumpang charge baterai handphone disini, yang jaga cukup ramah dan enak diajak ngobrol, berikan saja uang seiklasnya untuk charge handphone. Oh ya, kalo memang mau keliling Surabaya dulu, barang-barang bisa dititip disini, harga sewanya Rp.7.000 untuk loker yang ada kuncinya, namun berukuran kecil dan Rp.8.000 untuk loker yang berukuran agak besar, namun tidak ada kuncinya. Barang dijamin aman kok.

Jika kalian malas untuk berganti-ganti transportasi begitu turun dari kereta, bisa beli tiket kereta yang termasuk bus ke Denpasar, saat itu harganya Rp.140.000 untuk gerbong bisnis, untuk yang eksekutif kurang tahu. Saya memilih tidak membeli paket itu.

Di dalam gerbong kereta, rata-rata saat ini sudah dilengkapi dengan stop kontak, jadi bisa charge baterai handphone selama di jalan, tapi khusus kereta bisnis dan eksekutif saja yaaa...

Seharusnya kereta sampai di stasiun Ketapang jam 15.52, tapi nyatanya telat, baru sampai jam 17.15. Jika yang membeli paket tiket terusan bus, begitu turun kereta akan ada yang memandu menuju bus yang telah menunggu di parkiran stasiun. Sebagai gambaran, busnya Damri, cuma yang 3/4 dan modelnya jadul. Bagi yang tidak membeli paket tersebut, bisa jalan kaki ke Pelabuhan Ketapang, jarak tidak jauh, sekitar 500m, dan beli tiket Rp.5.700 per orangnya (namun diminta bayar Rp.6.000, sisanya kemana yaaa?), setelah itu masuk ke ferry. Bisa duduk di dalam ferry yang ada AC-nya, atau di luar untuk merasakan hembusan angin. 

Jika kalian sampai di seberang, maksudnya di Pulau Bali malam-malam, celakalah, karena tidak ada angkutan umum menuju Denpasar, angkutan umum ada, namun penumpangnya tidak ada, jadi sama aja bohong kan. Jalan satu-satunya adalah menunggu bus yang abis menyebrang juga dari Pulau Jawa, untuk lebih jelasnya mengenai lokasi menunggunya, boleh minta bantuan tukang ojek disana, baik-baik kok, kasih uang serelanya aja, nanti mereka yang akan bilang ke bus tersebut bahwa kita akan menumpang, untuk bus-nya sendiri bayar Rp.30.000-35.000, jangan mau jika diminta lebih dari itu.

Catatan, jangan berani-berani datang ke Pulau Bali lewat Gilimanuk jika :
1. Tidak bawa KTP
2. KTP kalian sudah habis masa berlakunya

Karena negitu keluar pelabuhan, ada petugas yustisi dari Pemda Bali yang akan memeriksa dan tidak segan-segan menyuruh kalian pulang lagi jika tidak memenuhi poin di atas.SIM tidak diterima, harus KTP.

Perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk sampai Terminal Ubung Denpasar sekitar 3-4 jam saja.

Happy Travelling
  

No comments:

Post a Comment

My TripAdvisor